Posted by: Rifka Aisyah on: 2010/11/24
Mengapa saya memilih tauhid sebagai pijakan dalam membangun keluarga? Mengapa tidak yang lain? Jawabannya adalah kembali ke tujuan penciptaan manusia itu sendiri, yaitu beribadah kepada Allah, menegakkan hukum-hukum Allah di bumi ini selaku khalifah fil ardh.
Allah telah memerintahkan manusia untuk menjadi penggantinya di bumi (Al Baqoroh ayat 30). Perintah itu tidak mengenal status manusia, masih single atau berkeluarga, pria atau wanita, pekerja atau pengangguran, orangtua atau remaja, semuanya diperintahkah hal itu. Keluarga yang mencita-citakan surga akan memasukkan program perjuangan sebagai program utama dalam berkeluarga. Model keluarga yang islami tidak akan mengedepankan indiviualisme dan keinginan untuk hanya memperkaya diri sendiri. Bukan berarti sebuah keluarga tidak boleh mengupayakan kesejahteraan komponen-komponen dalam keluarganya, namun meraih kesejahteraan bukanlah satu-satunya tujuan. Pembentukan keluarga dalam bingkai perjuangan adalah tujuan utamanya. Jika hal ini yang dipilih maka tauhid adalah landasannya.
Posted by: Rifka Aisyah on: 2010/09/03
Saya awali tulisan saya dengan sebuah harapan dan doa. Tentang seorang yang dengannya saya menyempurnakan agama. Semoga berjuang untuk menegakkan hukum-hukum Islam menjadi agenda utama pernikahan kita. Amiin.
Dalam beberapa malam terakhir aku selalu mengharapkan datangnya seorang mujahid, seorang manusia yang juga bersama mengemban amanah di bumi ini selaku khalifah fil ardh. Manusia dengan pikiran yang sama, tujuan yang sama, visi yang sama, dan memperjuangkan hal yang sama, menegakkan kalimat tauhid di muka bumi. Read the rest of this entry »
Recent Comments